Laga El Clásico Mini Soccer: Bhayangkara FC Tundukkan PWI Kotim dalam Eksebisi Liga Ramadhan Cup

Foto: Pertandingan eksebisi antara PWI Kotim (rompi hijau) melawan Bhayangkara FC (Hitam).
TINTABORNEO.COM, Sampit – Suasana penuh semangat dan persaudaraan mewarnai pertandingan eksebisi Liga Ramadhan Cup 2025, yang mempertemukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur (Kotim) dengan Bhayangkara FC. Duel yang dijuluki ‘El Clásico’ Mini Soccer ini berlangsung di salah satu lapangan mini soccer di Kota Sampit pada Sabtu (22/3/2025).
Laga eksebisi ini menjadi partai pembuka sebelum final Liga Ramadhan Cup, yang mempertemukan CBS FC dan Sampit All Star. Dengan format 2 x 10 menit, pertandingan berlangsung seru, memperlihatkan aksi-aksi menarik dari kedua tim.
Sejak menit awal, PWI Kotim tampil agresif, mencoba menguasai jalannya pertandingan dengan kombinasi umpan pendek dan serangan cepat. Beberapa peluang sempat tercipta, namun ketangguhan lini pertahanan Bhayangkara FC berhasil meredam serangan yang dibangun.
Memanfaatkan celah di lini pertahanan PWI Kotim, Bhayangkara FC justru lebih efektif dalam melakukan serangan balik. Gol pertama tercipta melalui aksi Darminto, pemain bernomor punggung 29, yang melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan matang dari rekannya. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Tak butuh waktu lama, Bhayangkara FC kembali menggandakan keunggulan. Kali ini, Ronal, pemain bernomor punggung 9, berhasil menyelesaikan peluang emas setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang PWI Kotim. Skor 2-0 menutup babak pertama untuk keunggulan Bhayangkara FC.
Memasuki babak kedua, PWI Kotim tidak menyerah begitu saja. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan berusaha menekan Bhayangkara FC di area pertahanannya. Permainan semakin memanas ketika Bhayangkara FC lebih fokus bertahan, sementara PWI Kotim terus menggempur untuk mencetak gol balasan.
Harapan PWI Kotim mulai muncul menjelang akhir pertandingan, saat mereka mendapatkan peluang emas dari situasi tendangan bebas. Wasit memberikan tendangan bebas setelah pemain Bhayangkara FC, Meggi, melanggar Goes Lim di luar kotak penalti sehingga pemain tersebut harus di ganjal kartu kuning.
Eksekusi dilakukan oleh Hamim, pemain bernomor punggung 92, yang memanfaatkan momen dengan mengirimkan umpan pendek ke Brima, yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesulitan, Brima menceploskan bola ke gawang Bhayangkara FC, mengubah skor menjadi 1-2.
Sayangnya, waktu yang tersisa tidak cukup bagi PWI Kotim untuk menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang berbunyi, Bhayangkara FC tetap unggul 2-1 dan keluar sebagai pemenang laga eksebisi ini.
Kapten Bhayangkara FC, Ronal, mengungkapkan bahwa pertandingan ini bukan sekadar laga eksebisi, melainkan ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antara insan pers dan kepolisian.
“Kami sangat menikmati pertandingan ini. Terlepas dari hasil akhir, yang terpenting adalah kebersamaan dan semangat sportivitas yang terjalin di lapangan. Semoga ke depan, laga seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar Ronal. Minggu (23/3/2025).
Sementara itu, Hamim, salah satu pemain PWI Kotim, juga memberikan komentar terkait pertandingan tersebut.
“Kami sudah berusaha maksimal, tetapi memang Bhayangkara FC lebih baik dalam memanfaatkan peluang. Yang penting, kami bisa bermain bersama dan membangun hubungan baik dengan teman-teman dari Bhayangkara FC. Semoga tahun depan bisa ada laga seru seperti ini lagi,” katanya. (li)