Siswa TK Hingga SMA Mulai Menikmati Program Makan Bergizi Gratis

Wabup Kotim, Irawati saat meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SDN1 Sawahan, Senin (24/2/2025).
TINTABORNEO.COM, Sampit – Sempat ditunda dua kali, akhirnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat mulai dilaksanakan, Senin (24/2/2025).
Wakil Bupati Kotim, Irawati didampingi Dandim 1015/Sampit, Wakapolres Kotim, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim, dan Camat Mentawa Baru Ketapang meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di SDN 1 Sawahan, Jalan Tjilik Riwut Km 1,5 Sampit.
Irawati menyampaikan bahwa pada hari pertama ini pelaksanaan MBG di Kotim akan melayani sebanyak 19 sekolah yang terdiri dari jenjang TK/Paud, SD, SMP, Pondok Pesantren dan SMA Sederajat.
“Alhamdulillah, setelah kami pantau pelaksanaan berjalan dengan baik, dan untuk di Kotim sendiri program MBG ini perdana dilaksanakan di Kecamatan MB Ketapang dengan sasaran sebanyak 19 sekolah,” kata Irawati.
Dirinya berharap program MBG yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini bisa terlaksana dengan efektif dan efisien dalam menambah gizi kepada para murid di sekolah.
“Dengan adanya program ini semoga anak-anak kita bisa menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas. Kita juga berharap program ini bisa meningkatkan SDM untuk ke depannya,” harapnya.
Irawati menilai menu makanan yang disuguhkan hari ini pada anak-anak di SDN 1 Sawahan sangat enak dan cocok untuk jenjang SD, dan tentunya menu makanan tersebut sudah menjadi standar dari BGN.
“Menurut saya dengan adanya ayam, sayuran, tempe dan jeruk untuk menu hari ini itu sangat cocok untuk umur anak-anak SD. Karena memang setiap jenjang itu menu makan yang suguhkan berbeda-beda dan itu sudah diatur oleh BGN,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 1015 Sampit, Letkol Inf Muhammad Tandri Subrata menyampaikan bahwa program MBG ini akan dilaksanakan selama lima hari dalam satu minggu yakni hari Senin – Jumat.
“Karena saat ini hanya satu dapur, jadi sasaran kita baru 19 sekolah. Untuk ke depan secara bertahap dapur ini akan kita buat secara bertingkat, dengan harapan bisa memberikan lebih banyak lagi manfaat terhadap anak-anak sekolah yang ada di Kotim,” tandasnya. (ri)